Satelit NOAA-N

November 15, 2008 at 6:03 AM Leave a comment

NOAA-N adalah satelit seri terbaru ATN(Advanced Tiros-N) yang dibuat oleh Lockheed Martin Space Systems Company (LMSSC). Satelit NOAA-N berfungsi sebagai :

  • Alat untuk memonitor citra dan menganalisa atmosfir bumi, dataran , awan, beserta radiasi bumi, ozon atmosfir, penyebaran aerosol, suhu permukaan laut, dan suhu bertikal beserta profil air di troposfir dan stratosfir.
  • Menganalisa proton dan electron fluks di ketinggian orbit.
  • Koleksi data dari subyek tujuan
  • Search and Rescue Satellite-Aided Tracking (SARSAT) system.

NOAA-N adalah seri ke empat yang mendukung alat sensor microwave yang menghasilkan data temperature, moisture, dataran, dan air yang pada daerah berawan alat sensor visible dan IR memiliki hasil yang lebih buruk.

Komponen – komponen utama sensor dibawah ini didesign untuk beroperasi selama 5 tahun.

  • Advanced Very High Resolution Radiometer(AVHRR)

Adalah alat scanner radiometer yang memiliki 6 channel. Dan hanya 5 channel yang bisa ditransmisikan secara simultan, channel 3A dan 3B bergantian pada mlam dan siang hari. Data daro channel 1,2,3A digunakan untuk memonitor besanaran energi reflektansi  pada spectrum elektromagnetik di visible dan near—IR. Data ini berguna untuk naalisa vegetasi, awan, danau, tepi pantai, salju, aerosols dan es. Data dari channel 3B, 3 dan 5 digunakan untuk menganalisa energi radiasi dari temperature daratan, air, dan permukaan laut begitu juga awan yang berada di atas permukaan bumi. Berikut adalah gambar sensor AVHRR.

  • High Resolution Infrared Radiation Sounder (HIRS)

HIRS adalah alat gelombang suara pada angkasa (atmospheric) yang menghasilkan multispektrum data dari 1 visible channel (0.69 mm), 7 shortwave channel(3.7 – 4.6 mm), dan 12 longwave channel(6.7 – 1.5 mm) menggunakan sebuah teleskop dan  sebuah filter yang berbentuk roda yang berisi 20 filter spektrum khusus(20 individual spectral filter)

  • Advanced Microwave Sounding Unit-A (AMSU-A)

AMSU-A memproses radiansi pada spectrum microwave. Data pada alat ini dihubungan dengan HIRS untuk menghitung pada angkasa (atmospheric) global temperature dan kelembapan dari permukaan tanah hingga stratosfer bagian atas, sekitar 2-milibar tekanan ketinggian(48 Km). data ini digunakan untuk mendapatkan mengukur pengendapan dan permukaan termasuk penutupan salju, kepadatan es laut, unsur air pada tanah (soil moisture).

  • Microwave Humidity Sounder (MHS)

MHS adalah alat yang baru dikenalkan pada satelit NOAA. Alat Microwave yang memiliki 5 channel yang bertujuan utama mengukur kelembapan pada angkasa(atmospheric). Dan alat ini juga sensitive pada air di awan sehingga dapat mengukur banyak air pada awan. Sehingga alat ini dapat berfungsi untuk mengukur / memperkirakan banyak kandungan air pada awan atau curah hujan.

  • Solar Backscatter Ultraviolet Radiometer (SBUV)

SBUV terdiri dari 2 modul, yaitu (1) modul sensor dengan sensor optik. (2) Modul elektronik. Secara keseluruhan resolusi sepktrum kira – kira 1 nanometer(nm). 2 radiometer optik dari jantung alat adalah monokrometer dan Cloud Cover Radiometer(CCR). Monokrometer mengukur radiansi bumi secara langsung dan matahari secara selektif pada saat pembaur menyebar. CCR mengukur pada panjang gelombang 379nm dan co-aligned dengan monokrometer. Hasil dari CCR mewakili besar penutupan pada scene dan data tersebut digunakan untuk membuang efek awan pada monokometer data.

  • Space Environment Monitor (SEM)

SEM menyediakan pengukuran untuk menentukan intensitas dari radiansi sabuk bumi dan fluks dari pengisian partikel pada ketinggian satelit. SEM menyediakan ilmu dari fenomena solar terrestrial begitu juga peringatan  tentang solar wind yang dating yang dapat mengakibatkan atau mempengaruhi komunikasi jarak jauh, pengaturan ketinggian, kerusakan sirkuit dan solar panel sirkuit, atau mengakibatkan perubahan dan kecepatan magentik pada satelit.

  • Data Collection System (DCS)

Jenis-jenis dari platform koleksi data yang ditujukan untuk pendidikan dan perlindungan, mengumpulkan dan mengirimkan data dengan bandwith penerima DCS/2 antara 401.610Mhz hingga 401.690Mhz. Sebagian besar, platform-platform ini terdiri dari penyimpangan dan penambatan pelampung, pengambangan permukaan bawah tanah, pusat kendali cuaca yang melayani permintaan-permintaan meteorologi dan oceanografi, kapal pemancingan untuk manajemen sumber daya pemancingan, dan menjajaki hewan untuk tujuan biologis dan perlindungan spesies. Platform tersebut menyampaikan data seperti tekanan atmosfir, suhu dan kadar garam permukaan laut, arus permukaan dan bawah permukaan laut, ketinggian dari  laut dan sungai, serta suhu dan aktivitas hewan. DCS meminta satelit untuk mengumpulkan pesan yang dikirimkan melalui platform dan mengukur frekuensi yang diterimanya. Data tersebut dikirimkan secara langsung bersamaan dengan data High Resolution Picture Transmission (HRPT) dan disimpan untuk pengiriman data yang berikutnya.

Entry filed under: My Study, Research. Tags: , , , , .

Install Beryl di Debian 4.0 Pengertian Gambar / Citra

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Recent Posts

Recent Comments

Status YM

RSS Metode Otak Unggul 283

  • An error has occurred; the feed is probably down. Try again later.

%d bloggers like this: